Souvenir Oh Souvenir

Yuhuuuuu…. 2 months on the way, undangan kawinannya belum pesen (udah sih sebenernya, tapi masih dibikinin dummy nya dulu dan itu belum jadi. Hehe..). Berita baiknya sih, souvenirnya udah siap dan tinggal di bungkus biar keliatan cantik.

Souvenir yang saya pesen itu berupa tas blacu dipadu dengan batik.
Dari dulu, saya keukeuh nggak mau souvenir yang berupa barang pecah belah kayak gelas, tempat lilin atau lampu teplok. Soalnya saya pernah trauma, pernah dikasih gift kayak begituan, eeee karena packaging nya nggak oke tiba-tiba jatuh dan pecah ditengah acara kawinannya. Duh! Lagian koleksi gelas hasil souvenir kawinan di rumah saya sudah bejibun, males aja mau nambahin. Hehehehe…

Sooo, setelah survey di internet dan Pusat Grosir Surabaya (PGS), I fell in love with a souvenir bag from jiro wedding craft. Saya minta dikirimi contoh souvenir bag dari dia, nama pegawainya Mbak Nana. Mama saya suka. Yaaa, langsung pesen sih, 600 biji. Biar lebih mureh juga *budgeting nih budgeting*

Nah, misunderstanding nya ada di sini. Setelah barangnya nyampe dan ngecek isinya,, baru sadar. Lhooo, kok beda sama samplenya. Yang ini lebih kecil. Emak saya juga agak bete, “kok begini? Apa dikembaliin aja? Atau uangny dipotong?” Aduuuuh *jambakjambak rambut sendiri.

yang bawah yang sample yaaa

yang bawah yang sample yaaa

Saya langsung confirm donk ke mbak Nana. Penjelasannya datang agak lama (semakin jambak-jambak rambut). Tapi,,, ternyata e ternyata.. Barang sample yang dia kirim emang beda sama yang saya pesan. Katanya itu udah ditulis di surat jalan yang datang barengan si sample. Hah?!! Ada ya? Saya sih ingetnya ada surat emang, tapi pikir saya itu kuitansi makanya langsung dibuang. Oops!… barang sampelan itu lebih besar dan lebih mahal. Tapi ukurannya pas. Nggak terlalu besar atau kecil. Jadi waktu nerima barang contoh, saya nggak ngukur itu berapa kali berapa, saya pikir sama ajalah, so langsung menunjuk “mbak, pesen tas yang ini, yang kodenya ini, 600 biji.” Udah. Nggak taunya beda sama ukuran sama yang disample. Lhadalah…*cueknya kumat

Tapi, ya sud lah, diterima aja. Hehehehe… Ya iyalah, masak ya dikembaliin. Nanggung, udah pesen banyak juga.. Lagian, kalau diliat-liat imut juga tasnya, bisa untuk tas kosmetik atau tempat mukena. *menghibur diri

Setelah sedikit kekacauan itu, saya ngasih satu jempol buat jiro wedding craft. Maksudnya, terlepas dari kebegoan dan kecuekan si pembeli. Mbak Nana dan team mau merespon dengan sabar segala macem kecerewetan saya. Tenggang waktu pembuatan plus pengiriman cuma satu bulan. Dan hasil jahitannya juga rapi. Batiknya dibikin beragam juga, jadi ntar tamu bisa milih. Oke lah…

Packagingnya biasa doang sih, dibungkus plastik trus dipitain. Biar bisa dikempit (bahasa apaan dikempit itu..) langsung sama tamunya. Plus irit biaya. Teuteup ya inget budgeting.

Yang mbungkusin kita sekeluarga. Artinya Papa, Mama, Saya sama Adek gotong royong ngelipet, ngasih pita, masukin plastik dan diiket kawat + ucapan terima kasih. Meski saya cuma mau dan bisa gunting-gunting pita. Ha!

Trus, ucapan terima kasihnya pesen di Anugrah Print (calon vendor undangan saya). Harganya Rp.15.000/100 buah. Sama mas Anugrahnya dikasih lebihan 50 buah. Hehehe.. Makasih ya Mas…
Ini dia penampakan souvenir saya. Jreng.. jreng….

My souvenir

My souvenir

Pita dan kawatnya warna silver, kartunya warna ungu *wink

Vendor:
1. Jiro wedding craft
Website: http://www.jiroweddingcraft.com
Lokasi: Yogja
2. Anugrah Print
Lokasi: Jl. Sindujoyo, Gresik (Daerah Pasar Gresik)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s