Campina Visit Tour

I went to another office visiiit!!!! So glad that my HRD Manager arranged this for us.. Dengan adanya office visit ini, selain bisa kenalan dengan orang baru. Saya juga suka merhatiin cara produksi sebuah perusahaan dan suasana kerjanya. Hehehe… biasa deh keponya kumat.

Kali ini kami berkunjung ke PT. Campina Ice Cream Industry aka Campina (tau aja HRD kalo karyawannya doyan makan ice cream. Heeee..). Saya pikir dulu pabriknya Campina terletak di Jakarta dan sekitarnya, eee ternyata ada di Surabaya.

Sebelnya kita nggak diijinkan bawa kamera selama kunjungan. Alesannya karena kita akan mengunjungi ruangan penyimpanan ice cream yang suhunya bisa mencapai minus 45 derajat Celcius *glek*. Padahal view luar kantornya unyu-unyu lhoo… Ada patung Sponge Bob, kursi taman yang cantik sampai tempat penyimpanan jaket yang dibentuk kayak gerbong kereta. Lebih sebel lagi view di dalam jaauuuh lebih cantik dan unik yang saya yakini kalo pengunjung dibolehin bawa kamera bisa nggak pulang-pulang. LOL

Semakin bertambah bete begitu masuk ke gedung perkantorannya. Di ruang lobby, kita udah disuguhi macem-macem tempat etalase Ice Cream Campina, mulai dari sepeda keliling, ice bar sampai Vending Machine! Iya, Vending Machine.. Mau banget dah kalo di kantor ada yang kayak beginian. Trus di dindingnya ada selebaran poster Campina dari masa ke masa.

Sebenernya saya nggak nyangka kalo kantornya Campina bisa sedemikian menarik perhatian saya. Di luar itu kelihatan biasa aja, sama kayak kantor-kantor yang lain. Tapi begitu masuuk… (Saya cuma bisa batin, ini nih gedung kantor idaman saya *wink*)

Setelah dari lobby kita digiring (lu pikir sapi digiring? LOL) menuju ruang pertemuan. Untuk masuk ke sana kita diharuskan copot sepatu dan menaiki tangga. Ribet. Tapi keribetan itu terbayar begitu tahu ruangannya kayak bioskop. Hehehe.. Meski setelah itu harus bete lagi karena terganggu sama bau kaos kaki orang-orang. LOL.

We gladly receive by promotion division. Yang nerima kita dan ngasih penjelasan tentang Campina namanya Pak Karyono. Orangnya lucu jadi nggak ngebosenin pas ngasih penjelasan Company Profile (yeah, namanya juga sejarah..). Ternyata Campina itu produk asli Suroboyo lhooo… dia sudah berdiri sejak taun 1972. Yaelah, itu mah kayaknya papa saya juga belum ketemu sama mamah saya. Nama pendirinya Bapak Darmo Hadipranoto

Ceritanya si Pak Darmo ini punya 3 anak yang doyan banget makan ice cream. Hampir tiap hari mereka minta dibeliin ice cream. Trus si bapak itu kepikiran, daripada beli kan mending bikin sendiri. Jadilah beliau belajar teknik-teknik membuat ice cream. Suatu hari hasil kreasinya itu berlebihan, akhirnya dikasih ke tetangga. Eeee… tetangganya pada suka dan nawarin untuk dibantu menjual. So yeah, beliau memutuskan untuk menekuni usaha ini dengan serius. Dibuatlah sebuah “pabrik” ice cream yang diberi nama CAMPINA. Campina sendiri diambil dari kata Champion yang artinya juara. So Campina itu berarti Juara Dimana-mana.. Hahahah words play. Karena semakin besar, tahun 1994 pabriknya pindah ke daerah Rungkut Industri Surabaya sampai sekarang ini.

Selain sejarah, Pak Karyono juga berbagi tips cara Campina memasarkan produknya. Selama ini yang saya tahu Campina bukan pemain nomer 1 di dunia per-ice cream-an (bahkan beliau bilang share market Campina cuma 27%). Iklan-iklan Campina di media mainstream pun tergolong jarang. Tapii, dia masih bisa bertahan. Ternyata mereka lebih memilih untuk pemasaran below the line. Campina menyediakan beberapa kemitraan penjualan ice cream keliling dan mereka juga menghadirkan opsi “ice cream cake”.. Actually it works.. Ditambah dengan kualitas rasa ice cream yang okeh, Campina sanggup “mencuri” perhatian pasar termasuk saya. Hohoho.. Saya akui, saya emang lebih suka rasa ice cream Campina ketimbang merek lain (harusnya eikeh dapet hadiah yaa πŸ™‚ ).

Setelah di”dongeng”i, kita lanjut keliling kantor.Selain sejarah, Eh tapi sebelum keliling, kita dapat ice cream gratis cyiin… Jadi Campina itu punya kantin khusus ice cream. Para karyawan dan visitor boleh makan ice cream sepuasnya disini. Tapi nggak boleh di bawa keluar kantin apalagi di bawa pulang. Heee.. Jenis ice cream yang boleh dimakan gretongan cuma Chocolate Fudge, Hula-hula Ketan Hitam dan Hula-hula Kacang Ijo. Yaaaa,,, eikeh kan maunya Bazzoka *minta dikeplak*

Puas makan, mari berkeliling kantor.. Hasilnya, mulut saya cuma bisa ternganga trus berulang kali suara “wah” keluar dari bibir saya. Yeah, what can i say? A M A Z I N G. Laboratoriumnya bikin ngiler, clean, light and has a purple and green color *envy*. Trus mereka juga punya display diorama daerah pedesaan plus orang-orangnnya lengkap dengan kereta api yang katanya dipesan langsung dari Denmark. Aaaaa…. ME WANT!

Kami juga ditunjukkan suasana kantin mereka. FYI, semua makanan yang disediakan di kantin Campina itu vegetarian lhoo.. Jadi nggak ada yang namanya rawon daging sapi, steak daging sapi, ayam kecap. No..No..No.. Trus mereka juga punya kebijakan dilarang membuang nasi meski itu cuma satu butir pun. Kalau ada karyawan yang ketauan ngelakuin hal itu, wajah mereka bakal nongol di layar LCD Kantin. Deuh, bakalan malu tuh..

Setelah itu kita baru ngintip ke tempat produksi dan penyimpanan ice cream sebelum dikirim ke penjual. Nggak banyak yang bisa diceritain dari tempat pengolahan & produksinya secara waktu kita terbatas jadi nggak bisa muter-muter lama. Secara singkat proses produksinya itu seperti ini:

Material datang > pengecekan material > pengolahan material menjadi adonan ice cream > percetakan > packaging > dimasukkin ke ruangan bersuhu rendah.

Nah, di tempat terakhir ini saya berasa… Kata mbak pemandunya ruangan penyimpanan ice cream ini suhunya bisa sampai minus 45 derajat celcius. Hiiii…..

Sebelum masuk ke ruangan, kita pake jaket dulu sebagai penahan dingin. Then, kita masuk ruangan berlapis dengan suhu ruang yang terus-menerus bertambah minus. Ada sekitar 4 ruangan yang kita lalui dan di ruangan terakhir saya langsung mencelos. Hehehe… Di awal-awal masih bisa have fun sambil mainin abab (udara dari mulut) yang ngeluarin asap. Berasa menikmati suasana musim dingin di Eropa. Heeee… But then, begitu masuk ke ruangan berikutnya dan berikutnya.. Hidung sudah bereaksi,mikir beratus-ratus kali deh kalau mau ke luar negeri di musim dingin. LOL.

That’s my story from my last office visit to Campina. I hope you enjoy it. And i sincerely wish i could go to another office *keep praying*

The only pic i took :)

The only pic i took πŸ™‚

xoxo,

reANNfi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s