Brief Dinner at Bumi Surabaya Hotel

Hola.. Hello.. Hai.. Hi..

It’s very a loong time since i visit this blog and post something. Iyes, ketiadaan laptop (laptop guweh mati total, nggak bisa diperbaiki T_T) dan personal matters bikin saya enggan menengok TBN ini.
Actually, saya sempet juga kok memposting sesuatu di blog ini bulan kemarin, cuma karena merasa kurang appropriate aja, tulisannya saya delete. Hehehe.. Maklum lah kadar galaunya lagi meningkat.

So demi mengatasi rasa insecure dan patah hati yang amat sangat (WHAT??!!!) i decided to have some fun for my self. Salah satunya menerima ajakan teman kantor untuk menemaninya ke sebuah media gathering.

Yes, i’m working inΒ  media. But since my job is behind the desk, ya intinya saya kayak pekerja kantoran lainnya yang lebih banyak ngendon di kantor. Beda dengan teman seperpabrikan yang bertitel reporter atau marketing, mereka lebih sering jalan-jalan dan ketemu banyak orang (merasa terkungkung. Heee) So’lah.. kita berangkat.

Kemarin malam, mba manda (superpisi gedung kantor plus mantan reporter majalah eikeh plus food blogger ternama di Surabaya) menculik saya untuk datang ke Media gathering yg diselenggarakan oleh hotel Bumi Surabaya. Kalo nggak salah untuk meperkenalkan marketing baru dan press release acara New Year Eve nya.

Quiet exciting.. Bisa nanya-nanya (macak reporter gitu..) dan makan-makan. Wkwkwkwk..

Marilah kita membahas makanannya saja yoo..

Kita bisa memilih makanan dari berbagai macam restoran: Kizahashi, Arumanis dan Angkringannya. All you can eat lah.

Apa aja yang saya ambil?

Salad sayur yg lupa ke foto.. Jagung rebus, wakame dan timun yg dicocol thousand island (sebodo amatΒ  deh, ambil saus yang banyak aja, karena jagung dan mayo itu ditakdirkan untuk bersatu. Hehehe)
main-course-hyatt
Main course: chicken tempura, beef tepanyaki dan kwetiau.. Beef nya agak alot sih, kurang tender.

fish-wellington
Fish wellington. Dori dan wakame nya enak apalagi dicocol pake gravy sauce tapi nggak matching sama kulit pastry nya..

sashimi-hyatt

First time tasted salmon sashimi!!! (iyes, guweh katrok.. kurang kejepang-jepangan. Hehehe..) DanΒ  ternyata.. Enaaaaak!!!!! Rasa gurih nya itu nendang di dalam mulut. Agak menyesal, kenapa baruΒ  ngincipi sekarang.

Cumi hitam, martabak daging dan sate ayam hasil comotan punya temen juga enak..

beras-kencur
Dan pencuci mulut, es beras kencur. Lagi nggak mood ambil puding atau makanan manis lainnya.

Over all, makanan di hotel ini enak-enak kok. Kayaknya chefnya oke bener (ya iyalah..) Apalagi di acara tahun baruan besok, mereka bakal menghadirkan menu Kambing Guling dan macam-macam menu tradisional lainnya. Ambiance hotel nya juga menyenangkan dan instagram-able banget. LOL..

So, booking now! psst.. jangan lupa ajak-ajak saya yes…. πŸ™‚
Phone: 031 – 531 1234
Hotel Bumi Surabaya
Jl. Jend. Basuki Rakhmat 106-128
Surabaya

xoxo,

reANNfi

 

Tuna Sandwich Recipe

Tuna SandwichHello!! Hello!!

Hello to another year to journey!

Thanks for still read my blog dear (semoga ada ya? Hehehe). . Semoga selalu senang membaca postingan dari saya.

So, postingan pertama di 2015 adalaah *drum roll*

FOOOOOOD!!!

Hehehe.. Yes, kemarin saya lagi ada maunya sama si Koko. Nah untuk memuluskan jalan keluar ijinnya, saya janji bikinin suatu makanan, yaitu Tuna Sandwich. Dan dia langsung luluh. hahahaha…

Here’s the recipe: (resep asli bisa dilihat di maangchi) >> untuk 2 porsi
4 lembar roti tawar gandum
1/2 buah mentimun
1/2 buah bawang bombay ukuran sedang
1 butir telur rebus, kupas
1 kaleng tuna
1/2 siung bawang putih
minyak zaitun secukupnya
2 sdt mayonaise (atau sesuai selera)
2 sdt garam
1/2 sdt merica
selada segar

How to:
1. Cuci bersih mentimun (nggak usah dikupas ya kulitnya) dan bawang bombay. Potong kotak-kotak.
2. Campur mentimun dan bawang bombay dalam satu wadah. Taburi garam. Aduk rata. Diamkan beberapa saat (kalau maangchi bilang dia cuma diemin selama 5 menit. sementara saya hampir 1/2 jam karena lagi ribet banget waktu itu. Ha!).
TunaSand Pricklish3. Setelah 30 menit, campuran mentimun bombaynya jadi lembek dan berair. So, letakkan campuran tersebut di kain katun bersih dan peras sisa airnya. Sisihkan.
4. Masak tunanya. Hehehe… Sebenernya si tuna sudah bisa langsung dimakan. Tapi saya kok nggak sreg yaa.. Jadinya saya tumis lagi tuna dengan minyak zaitun. Tambahkan bawang putih dan merica sebagai penyedap rasa.
5. Campuran untuk isi: telur rebus, campuran mentimun+bombay, tuna dan mayonaise. Aduk-aduk sampai rata dan telur rebusnya hancur dan ikut bercampur.
TunaSand Mix6. Toast roti gandum. Karena saya nggak punya toaster, saya memilih memanaskan roti di wajan teflon sampai agak kecoklatan.
7. Tata sandwich dengan urutan: roti 1 lembar – selada – isian tuna – roti 1 lembar.
8. Sajikan

Tuna Sandwich 2

Taste??Β  So delicious and fresh. Meski saya skip penggunaan beansprout dari resep awalnya tapi gizinya tetep sama kan ya? (ya kaaan??? Hehehe). Tapi yang terpenting, perut
dan hati suami terpuaskan *plok plok plok*

Lain kali bakal bikin lagi dengan tambahan sayuran segar dan hijau lainnya. Judulnya #belajarmakansayur ini. Hehehe…

xoxo,

reANNfi

 

Nasi Liwet Daun Singkong & Peda

Hola!!!

Last holiday i’m back to my kitchen!!! Hehehe…

Baru sadar kalau dulu sempet bikin resolusi 2014 dengan banyak memasak. Lha ternyata sampe 9 bulan berlalu belum ada satupun resep yang dibuat *minta dikeplak*
Akhirnya dengan memantapkan hati Sabtu kemarin saya mencoba bikin Nasi Liwet ala Sunda. Gara-garanya ada yang pamer foto nasi liwet plus ikan peda plus lalapan daun singkong. Aaaaa.. ngeces dah..

Lalu saya nanya Mama tentang resepnya.. Eeee ternyata beliau juga belum pernah bikin. So, kemana lagi saya berpaling kalau bukan ke mbah google dan dapatlah ini….

Resep Nasi Liwet: (berdasarkan resep dari Mbak Isna dengan sedikit modifikasi)
300 gr beras putih
Air secukupnya
6 siung bawang merah iris
3 siung bawang putih iris
2 sdm minyak goreng
2-3 lembar daun salam
1 batang sereh yang dimemarkan
Garam secukupnya
Cabe rawit secukupnya
Pelengkap:
Daun singkong
Ikan peda

Cara Membuat:
1. I took care daun singkong first. Karena daun singkong yang saya dapat dari pasar agak tua-tua, untuk merebusnya sampai empuk butuh waktu yang lama. Hehehe.. So, cuci bersih daun-daunnya lalu rebus. Setelah matang tiriskan.

Daun Singkong Small2. Cuci beras sampai bersih dengan air mengalir (ssst.. air bekas cuciannya bisa dibuat cuci muka lhoo.. biar lebih putih *wink). Sisihkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Panaskan wajan dan tumis bawang merah dan putih sampai harum. Sisihkan.

Bumbu Tumis Small
4. Masukkan beras ke panci. Kalau saya (ini berdasarkan teori ala saya sih. Maunya biar nasinya nggak berkerak di panci) daun salamnya diletakkan dulu di dasar panci baru berasnya dimasukkin. Trus masukkan air kira-kira sampai 1 atau 2 ruas jari tangan kita (tergantung berasnya ya.. Tipe beras yang saya pakai itu nggak doyan air jadi cukup 1 ruas jari).
Masak Beras Step 15. Masukkan juga tumisan bawang dan sereh dan garam. Aduk-aduk.
Masak Beras Step 26. Masak nasi di atas api kecil sampai matang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7. Sementara menunggu nasi matang, goreng ikan peda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8. Begitu nasi agak matang, saya memotong-motong daun singkong trus ditaburin deh di atas nasinya bersama dengan cabe rawit.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9. Kalau sudah matang, matikan api kompor. Angkat.
10. Sajikan bersama dengan ikan peda.

Ini percobaan pertama saya membuat nasi liwet. Hasilnya setengah sukses. Ha! Soalnya rasanya kurang asin kalau dimakan biasa tapi kalau dimakan bareng ikan peda.. Hmmmm.. yummmy.. So yeah, boleh dibilang sukses juga siiih #gakkonsisten

Eniwei, mengenai teori saya tentang daun salam yang bisa mengurangi gosong di panci salah ternyata. Hehehe… Nasinya tetap berkerak sodara-sodara. Tapi itu nggak akan mengurangi kecintaan saya terhadap memasak #eaaaaaa

Selamat mencoba

nb: uh oh!! postingan ini sekaligus menandai anniversary saya bersama wordpress.. Hooray!!!!! Could you send me a congratulation hug!!!!

Ultah WP

xoxo,

reANNfi

Marugame Udon

Salah satu tempat makan baru yang ngehits di Tunjungan Plaza 3 (TP 3). Awalnya nggak tahu, karena saya juga jarang melanglang buana di TP. Untungnya (bagi saya) dia pasang iklan di tempat saya kerja, jadinya tahu dan langsung tertarik nyobain. Secara saya suka banget sama mie, spaghetti, ramen dan sodaranya. Sebagai teman makan, saya seret si Koci-koci karena hubby mengidap penyakit alergi Mall. LOL..
Marugame FrontAnyway, si Marugame ini belum lama juga bukanya tapi sudah bisa menarik banyak pengunjung. Antriannya selalu agak panjang. Tapi ada untungnya sih, jadi saya masih bisa jelalatan liat buku menu sebelum akhirnya menentukan makanan apa yang harus dipesan.

Saya pilih yang beef udon. Meski nggak terlalu suka daging sapi, tapi kuahnya yang ini “lebih meyakinkan” ketimbang udon pake baso ayamnya si Koci-koci. LOL
Marugame All FoodYang kiri itu yang Niku Udon beef. Terdiri dari mie udon dan kake dashi kuahnya trus ada topping daging sapi sukiyaki yang (alhamdulillahnya) diberikan dengan melimpah oleh Marugame. Overall rasanya enak. Mienya kenyal, kuahnya sedap, dagingnya pun empuk. Belum lagi ada tambahan remah-remah tempura yang bisa diambil sepuasnya. Perfect.

Sebelah kanan itu namanya Tori Baitang Udon pesenannya Koci-koci. Terdiri dari udon, kaldu berwarna putih dan bola-bola ayam giling yang berwarna putih juga. Secara penampilan boring ya cyiin… Tapi rasanya… hmmm enak juga. Terutama bola ayamnya, juara.

Kalau kita masih berasa kurang puas dengan rasanya, bisa nambah beberapa pelengkap kayak irisan cabai rawit, irisan daun bawang, wijen, Jahe cincang dan remah-remah tempura yang tadi. Yang terakhir ini beneran enak, mau dimakan begitu aja okeh, dicelupin ke kuahnya juga bisa. Saya sampai bolak balik nambah. LOL

Selain itu kita juga pesan tempura. Karena waktu pertama kali pesan, kita kira porsi udonnya kecil, jadi serakah ngambil tempura (ayam, brokoli dan telur rebus). Eeeee ternyata porsi udon masing-masing sangat banyak untuk perut kita, so yang ayam dan brokoli dibungkus pulang. Hehehe..

Untuk minum, kita pilih ocha (dingin) aja soalnya bisa direfill sepuasnya.. #ogahrugi

Overall saya suka sih makan disini, rasanya enak dan banyak kondimen-kondimen yang bisa diambil sepuasnya. Hehehehe… Trus pas posting gambar di IG, banyak yang penasaran dan bertanya apa ini mengandung b2? Ketika talkshow, mbak-mbak marketingnya sih bilang nggak mengandung itu dan pernyataannya dipertegas dengan tulisan “NO PORK / NO LARD” di depan counter. So far, saya merasa aman sih *wink*

Marugame Bill

Total “kerusakan” πŸ™‚

So, kalau lagi ke tepe bolehlah mampir kesini…

xoxo,

reANNfi

Mie Kober Setan GKB

Jadi, postingan pertama di bulan Mei ini adalah tentang makanan.. *ngelirik lemak di paha dan lengan*

Dan ini tentang Mie Kober Setan di Gresik Kota Baru (GKB).. Mie Setan??? yup, disebut Mie Setan karena rasanya puedees banget sampai pengen bilang “setan” *sokteu mode on*

Yaaa,, boleh dibilang saya agak ndeso karena baru pertama kali ini makan mie setan πŸ™‚

My sister said Mie Setan ini booming banget di kota asalnya, Malang. Katanya tiap hari nggak bakal sepi dari antrian orang-orang.

Begitu juga di Gresik, sejak openingnya (sekitar bulan puasa tahun 2012) sampai sekarang mie ini jadi buruan para penggemar kuliner di Gresik kecuali saya! Hohohoho..

Si Koci-koci pun nggak lelah ngebujuk saya supaya tertarik makan disitu.. Tapi sayanya males.. Hehe.. Bukan apa-apa, saya kan punya sakit asam lambung.. takutnya klo puasa-puasa perut saya dicekoki makanan pedas, alamat diare dan mules-mules. So, no-no-no..

Dan lagi, ini karena alasan kesehatan (lebih tepatnya kesehatan jiwa), antriannya itu lhooo.. Aduh, panjang banget sih. Apalagi kalau datangnya setelah maghriban, bisa-bisa baru makan jam 12 malam!! *mental breakdown*

So, disinilah saya sabtu sore kemarin setelah kena bujuk rayu si Koci-koci.. Awalnya saya nggak mau jajan di sana, tapi dia bisa mastiin antrian nggak bakal panjang kalau kita datang sebelum jam 5sore. Okelah..

Beneran lhoo, antriannya cuma sedikit. Hore!!!!

Baca-baca di lembaran menunya. Ada Mie Angel bagi penggemar makanan nggak pedas. Trus Ada 4 level Mie Setan. Level 1 mengandung 12 cabe, Level 2nya ada 25 cabe dan seterusnya.. Nggak tega baca karena ngeri ngebayangin cabenya. Hohohoho. But anyway, kita bisa pesan jumlah cabe sesuai yang kita inginkan kok.

Karena tempat jualannya setan, minumannya pun mengandung nama-nama setan. Ada es tuyul, es genderuwo sampai kuntilanak! Wiik!!!

Then, My sis choosed Mie Angel dan saya memesan Mie Setan Level 1. Untuk minuman saya es kuntilanak dan es tuyul buat si tuyul eh Koci-koci.

Cara pesannya cukup unik sih.. Pas datang, abis markir motor kita langsung capcuss ke kasirnya. Disinilah keimanan kesabaran kita diuji pas antriannya panjang bak ular.Β  Setelah pilih-pilih menu, bayar trus nyari tempat duduk. Terserah mau duduk dimana, bisa di lantai bawah atau lantai 2. Nanti kalau pesenan kita dianter, waiter nya tinggal teriakin nama kita..

Image

Here is it.. Mie Angel & Setan.. Terdiri dari mie rebus yang ditaburi sedikit ayam cincang dan bawang merah goreng plus ijo-ijo.. Pendampingnya: daging asap, siomay, selada dan kulit pangsit goreng.

Image

Image

Terlihat perbedaannya kan?? Yang Angel warnanya kuning putih biasa gitu kalau yang Setan ada “dekorasi” warna merahnya. Sepintas nggak terlalu keliatan pedesnya sih. Saya pun sengaja nggak mengaduk-ngaduk mienya lagi karena yakin seyakinnya dibawah gundukan mie itu masih ada “ceceran” cabenya. Hehehe… ya daripada saya nggak bisa makan karena kepedasan..

Let’s eat!

Secara rasa dan tekstur biasa aja sih. Nggak gurih-gurih amat. Tapi, lama-lama kok.. Hmm.. Huaaa!!! pedes!

Ternyata yang level 1 ini pedes juga… Kata adek saya muka saya udah berubah memerah saking nahan kepedesannya. Mana minumannya datang lebih lama dari mienya lagi! Oh God!

Ya untungnya sih, ada makanan pendamping kayak siomay dan kulit pangsit. So, lidah saya aman..

Baru setelah mienya tinggal separuh minumannya datang *telat*.. Ini dia es pesenan saya, Es Kuntilanak.. Hehehe… Nggak mengandung darah-darahan kok. Ini “cuma” sari buah jeruk yang dikasih irisan buah stroberi dan belimbing. Segeeer..

Image
Es tuyulnya datang dalam bentuk mini (kalau disandingin sama si kunti sih..). dia ini kayak es buah gitu.. jadi air es sirup rose plus susu yang diberi potongan cincau, jelly, stroberi, kiwi dan belimbing. Ini juga seger.

Image

Yang pasti dua-duanya bisa bikin pedesnya terreduce… Syukurlah….

Daan setelah mienya abis, barulah keliatan kalau cabenya emang banyak.Hiiii!!!!!

Image

Overall, nothing special selain rasa pedasnya itu.. Jadi kalau kamu pesen yang Angel, menurut saya plain-plain aja sih.. Trus dari segi porsi untuk cewek yang ayu kayak saya ini *abaikan*, pas. Tapi kalau buat suami saya, pas juga kayaknya…

untuk cemilan… hehehehe..

Harganya pun juga terjangkau. So buat nraktir temen-temen, nggak bakalan bikin bangkrutlah.. Kecuali temenmu itu bawa temen yang bawa temen lagi yang totalnya bisa ngalahin kurawanya mahabharata *minta dikeplak*

Tak kasih buktinya:

Image
Lumayan kan???

Anyway,Β  menu Mie Setan ini saya rekomendasikan bagi kamu-kamu yang: DOYAN PEDAS atau LAGI SEMBELIT!! Karena efeknya di saya, dari jam saya makan sampai 18 jam berikutnya saya sukses “menguras” isi perut sebanyak 3x.. terbilang lebai untuk ukuran metabolisme perut saya πŸ™‚

xoxo,

reANNfi

Bakso Semen

LOL.. Jangan shock ya baca judulnya.. Bukannya itu bakso terbuat dari semen, cuma jualnya aja di area perumahan Semen Gresik Jl. RA. Kartini.. Makanya saya singkat Bakso Semen.

Apa sitimewa istimewanya sih?

Disana ada dua gerobak penjual bakso, dengan kualitas yang hampir sama tapi harga yang sedikit berbeda..

Image

Gerobak bakso di depan koperasi Semen Gresik. Seberangnya toko tas Elizabeth

Image

baksonya….

Terkenal karena bakso berbentuk kotaknya. Semangkuk cuma 7ribu rupiah. Campuran baksonya bisa milih sesuai selera. Karena pertama kali makan saya minta Bakso campur. Tapi minumannya cuma ada teh botol dan air mineral gelas T_T

Lanjut ke bakso yang satunya…

Yang ini, bakso Cak To.. Jualannya sebelah makam Semen Gresik. Hahaha.. Untunglah jualannya siang hari, kalo malam masih ada bisa-bisa merinding disko saya..

Semangkuk Bakso Cak To

Semangkuk Bakso Cak To

Image

Gorengan – cuma kulit pangsit doang nggak ada isinya apa-apa

Image

Es Degan – biar lebih segar dikasih perasan jeruk nipis

Untuk menebus semangkuk bakso ini, anda cukup mengeluarkan uang delapan ribu rupiah. Lebih mahal 1000 rupiah dari bakso sebelahnya.. Tapi disini ada es degan. Segeeerr…

So, persamaan dari kedua bakso ini adalah:
1. Daging baksonya mantap, banyak daging sapinya..
2. Kuahnya bening. Sedap dan seger.
3. Gorengannya harus dimakan sama kuah. Begitu dimakan terpisah, sama-sama nggak enaknya :p
4. Jam buka sekitar 10 pagi sampai habis

Jadi pilih yang mana???

 

xoxo,

reANNfi

 

Nasi Mak Mi

Pas kemarin pulang kampung ke Gresik, saya dapat kabar gembira. Mak Mi is back!!!! Hehehe… lebay amat. No.. No.. lebaynya beralasan kok. Mak Mi itu ibu-ibu penjual nasi campur yang tinggalnya dekat dengan rumah nenek di Tlogobendung. So yeah dia sudah jualan sejak saya masih kecil, mmm sekitar 20tahun yang lalu kayaknya. Jualannya cuma nasi campur plus nasi rawon. Tapiii… nasi campurnya itu yang agak unik, karena mengandung daging bumbu mulbi. Mulbi ya bukan malbi, kalau malbi warnanya cenderung coklat sementara mulbi kekuningan. Info tentang mulbi ini udah saya cari di google, tetep aja susah dapatnya. Duh, beneran deh.. Padahal rasanya enak banget. Kayak krengsengan kayak kare. Hehehe… Nggak tahu deh. Makanya saya menganggap mak mi ini legend. Karena jarang ada yang jual dan tahu resepnya. Sempet kepikiran mau “magang” ke beliau biar dapat resepnya. LOL..

Ini dia nasi campurnya..
Image
Terdiri dari nasi putih, bandeng & telur bumbu bali, krengsengan daging, daging bumbu mulbi, serundeng dan sambal. Rasanya yum-yum-yum-yummy *lebai deh*
Image
Nasi rawon bali pesanan si Koci-koci. Rawon bali??? Ini juga aneh, saya tahunya dari Papa yang dulu sering banget pesen menu ini. Nggak tahu siapa yang mulai pesen campuran nasi ini, tapi banyak yang suka lhoo.. Terdiri dari nasi rawon plus dagingnya plus cuilan daging bandeng bumbu bali. So yummy juga…

Saya sering bimbang kalau makan di Mak Mi, mau pesen nasi campur atau nasi rawon.. Abisnya dua-duanya enak dan ngangenin… Hehehe
Image

Penampakan depan warungnya…

Warung Mak Mi
Nasi CampurΒ  Rp. 12.500
Nasi RawonΒ Β  Rp. 12.500
Teh HangatΒ Β  Rp. 1.500
Krupuk Udang Rp. 1.000

Tempatnya di Jln Pahlawan depan gang mau ke Makam Malik Ibrahim..

Update: Mohon maaf untuk teman-teman yang pengen incip-incip nasi campurnya Mak Mi.. Saya baru tahu kalau beliau meninggal sekitar dua minggu setelah kunjungan terakhir saya di bulan Februari. Innalillahi wa inna illaihi roji’un.. Semoga semua kesalahannya diampuni oleh Allah dan keluarganya mendapat kesabaran. Amiiin..

Let’s eat,

reANNfi

Makaroni Ayam Barbeque

Gambar

Gara-gara kemarin adek saya cerita kalau dia abis bikin pasta pake saus barbequenya La Fonte, si Koko jadi pengen dimasakin juga..Baiklah demi suami… πŸ™‚

Bahan:
Makaroni spiral
Bawang bombay cincang
Daging ayam potong kotak
Keju parut
Saus barbeque kemasan merek La Fonte
Brokoli dibleach (rebus sebentar)
Minyak sayur untuk menumis dan merebus
Gula dan merica secukupnya

note:
sorry nggak ada takaran pastinya, pakai hati aja ngukurnya (alah…)
Kenapa nggak saya masukkan garam? Karena sausnya sendiri sudah bercitarasa asin dilidah. Makanya saya tinggal ngasih gula sedikit plus merica supaya rasanya lebih nendang.

Cara Membuat:

  • Masak air sampai mendidih, tuang 1 sendok makan minyak kedalamnya. Masukkan makaroni, rebus sampai tingkat kematangan yang diinginkan.
  • Sambil nunggu makaroni matang, kita bikin sausnya.. Tumis bawang bombay sampai kecoklatan, masukkan ayam. Masak sampai daging ayam menjadi putih.
  • Tuang saus barbequenya, aduk-aduk. Tambahkan gula dan merica.. Aduk-aduk lagi. Angkat.
  • Letakkan makaroni di piring, siram dengan sausnya. Terakhir, taburi keju parut dan brokoli rebus.
  • Sajikan.
Bahan: Saus La Fonte, Daging Ayam, Bawang Bombay, Brokoli

Bahan: Saus La Fonte, Daging Ayam, Bawang Bombay, Brokoli

 

Makaroni Matang

Makaroni Matang

 

Saus Ayam Barbekyu

Saus Ayam Barbekyu

Komentar Koko sih sayurnya kurang banyak. Lhaa itu kan nyomot apa yang ada di kulkas.. Alias istrinya aja yang malas keluar rumah buat belanja. Hehehe… But he loves it, so i hope you love it too..

love,

Roti Maryam Telur

Roti Maryam Telur

Roti Maryam Telur

Keluarga saya sangat suka dengan Roti Maryam.. Biasanya dimakan pas sarapan dan cuma dicocolin sama gula bubuk atau dimakan begitu aja tanpa pendamping apa-apa. Y.U.M.M.Y!

Namun meski sering makan, saya nggak tahu juga asalnya dari mana. Hehehe.. So, nyoba gugling dan dapat artikel dari femina tentang makanan satu ini

“Prata/ Parantha/ Canai/ Cane/ Roti Maryam
Prata atau parantha –yang berarti lapisan tepung dalam bahasa Hindi– dikenal dengan berbagai nama. Di Malaysia dan Singapura lebih populer sebagai roti canai atau cane, sedangkan di Indonesia dikenal dengan nama roti maryam. Konon, roti ini dulunya diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia olehΒ  seorang keturunan India atau Arab yang bernama Siti Maryam.
Prata terbuat dari tepung terigu, minyak atau ghee (mentega cair yang sudah dipisahkan dari kandungan susunya), telur, dan air sehingga memiliki bentuk berlapis-lapis mirip pastry. Dan, karena dibentuk dengan cara dilempar-lemparkan ke udara (seperti membuat kulit martabak telur), prata dikenal juga dengan nama fei bing (roti tipis terbang) di Cina.

Disajikan: Dengan cara digoreng dengan sedikit minyak/ mentega di atas panggangan datar. Dinikmati sebagai makanan utama dan dipadukan dengan aneka masakan kari berkuah.” sumber: femina

Berarti sebenernya dimakannya pakai gulai ya? Hehehe… Soalnya kalau kita makangulai makannya nggak pakai roti maryam yang tebal tapi dengan roti yang lebih tipis. Nggak tahu deh namanya apa, secara nggak ikut makan juga. Yang suka gulai dan segala macam makanan perkambingan di rumah cuma Papa, Koci-koci dan Koko. Saya dan Mama jadi penonton saja.

Nah, saya bosan dengan cara makan yang seperti itu, jadi ingat pernah diberi resep sama seorang teman kantor yang dulunya sempet jualan roti maryam. Intinya sih roti maryamnya ditempelin telur dadar. Gimana rasanya? Mari memasaaak…

Bahan:
1 butir telur
1 buah roti maryam setengah matang
Margarin secukupnya
Keju cheddar parut secukupnya
Saus sambal botolan kalau suka

Cara Membuat:

  1. Lelehkan margarin, panaskan salah satu sisi maryam yang mau ditempelin ke telur sampai kecoklatan. Angkat..
  2. Kocok telur, beri keju parut, dadar di wajan. Setelah setengah matang, tumpuk roti maryam ke telur di bagian roti yang sudah matang.
  3. Balik adonan supaya sisi roti maryam yang satunya matang. Angkat.
  4. Potong-potong. Bisa dimakan begitu saja atau dicocol dengan saus sambal.

Gambar:

Bahan: Roti Maryam - Telur Ayam - Margarin - Keju Cheddar

Bahan: Roti Maryam – Telur Ayam – Margarin – Keju Cheddar

Panaskan salah satu sisi roti

Panaskan salah satu sisi roti

Telur Kocok plus keju parut

Telur Kocok plus keju parut

Dadar telur di teflon

Dadar telur di teflon

Satukan roti maryam dan telur

Satukan roti maryam dan telur

Roti Maryam Telur yang sudah matang

Roti Maryam Telur yang sudah matang

Voila, another yummy breakfast or branch πŸ™‚

reANNfi

Nugget Ayam dan Wortel

Image

Dari semingguan kemarin kepengen banget bikin nugget lagi. Dulu sih pernah
bikin nugget ayam dicampur sama bayam. Tapi terus saya lupa resepnya (bahaya juga kalau ibu rumah tangganya macam saya ini. Suka lupa resep masakan. Hehehe..)

Satu bulan terakhir saya “kenalan” sama situs justtryandtaste milik mbak endang.
Dari situs ini saya nemuin resep nugget yang unik karena
pakai mayonaise. Mayo??? Nggak pernah denger tuh. Hehehe.. Jadinya penasaran
dong?? Yuk ah bikin…

Resepnya “minta” sama Mbak Endang disini tapi disesuaikan
dengan kondisi dapur saya *wink

Dan setelah mengorek2 isi lemari perabotan dapur Mama saya, cuma bisa nemuin loyang
bulat bukan persegi panjang kayak punya mbak Endang. Gakpapa deh.. yang penting
kan rasa bukan bentuk. Alah… Then, untuk alas loyang saya pakai daun pisang.
Soalnya kalau mau makai daun pintu terlalu panjang, nggak muat pancinya..
Jangan lupa untuk mengoleskan minyak di daun pisang dan bagian samping loyang,
supaya gampang ketika melepaskan adonan.

Bahan:
400 gram daging ayam
1 buah wortel serut
1 1/4 bawang bombay kecil diserut
4 buah bawang putih
1 butir telur ayam yang besar kalau kecil boleh 2 kok
2 sendok makan tepung maizena
4 sendok makan bread crumb atau tepung roti
5 sendok makan mayonaise

Bumbu:
Garam secukupnya
Gula secukupnya
Merica secukupnya
2 sendok makan kecap ikan aslinya sih cuma 1 sendok

Lapisan:
2 butir telur ayam, kocok
bread crumb secukupnya

Cara Membuat:

  1. Masukkan daging ayam, bawang putih dan setengah dari bawang bombay serut ke dalam chopper. Giling sampai halus.
  2. Siapkan mangkuk, masukkan campuran daging tadi beserta semua sisa bahan dan bumbu.
  3. Tuang adonan ke dalam loyang yang telah disiapkan. Ratakan. Kukus selama 25 menit.
  4. Kalau sudah matang, keluarkan adonan dari dalam kukusan, biarkan hingga dingin.
  5. Lepaskan adonan dari loyang, potong-potong sesuai selera.
  6. Gulingkan potongan nugget ke dalam campuran lapisan. Urutannya: bread crumb – telur kocok – bread crumb lagi. Tekan-tekan supaya bread crumbnya bisa nempel dengan kuat.
  7. Goreng dalam minyak panas sampai coklat keemasan. Tapi apinya yang kecil ya soalnya bread crumbnya bikin cepet gosong.
  8. Angkat dan tiriskan.

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image
Hasilnya: Yummy,, enak. Bagian dalamnya lebih lembut daripada yang dulu pernah
saya buat. Mungkin karena ada campuran mayo ya? Yah, apapunlah. Terima
kasih buat Mbak Endang atas resepnya. Lain kali saya coba resep lainnya yang
ada di justtryandtaste.

update: kalau ditaruh freezer bisa tahan selama 2 minggu lhoo.. dan rasanya tetep enak πŸ™‚

love,

reANNfi